Bagaimana proses kerja instalasi UPS?

Bagaimana-proses-kerja-pemasangan-UPS

Kebutuhan akan listrik yang stabil semakin penting bagi berbagai sektor, mulai dari perkantoran, retail, industri, fasilitas kesehatan, hingga usaha kecil dan menengah. Namun, solusi UPS tidak harus selalu rumit dan mahal.

Kami menyediakan solusi UPS yang disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran customer, mulai dari konsultasi, pengadaan unit, instalasi, hingga maintenance. Dengan proses yang sederhana dan efisien, customer mendapatkan perlindungan listrik yang tepat tanpa harus membayar fitur atau kapasitas yang tidak diperlukan.

Berikut alur kerja yang bisa kamu jadikan SOP / Method Statement pemasangan UPS:

1. Survey & Assessment

  • Survey lokasi pemasangan UPS.
  • Identifikasi panel sumber listrik dan panel beban kritis.
  • Cek kapasitas listrik existing.
  • Cek kebutuhan daya UPS (kVA/kW).
  • Identifikasi beban yang akan dibackup.
  • Cek jalur kabel AC input, AC output, dan battery.
  • Cek ruangan UPS: luas, ventilasi, temperatur, akses, dan kondisi lantai.
  • Cek grounding dan sistem proteksi.
  • Menentukan lokasi UPS, battery cabinet/rack, dan panel terkait.

Output: laporan survey + single line diagram (SLD) + rekomendasi teknis.

2. Engineering & Design

Membuat:

  • Single Line Diagram.
  • Layout UPS dan battery.
  • Cable schedule.
  • Perhitungan ukuran kabel.
  • Perhitungan breaker/MCCB.
  • Perhitungan kapasitas baterai dan backup time.
  • Perhitungan grounding.
  • Detail koneksi utility → UPS → critical load.
  • Sistem bypass maintenance.
  • Emergency/bypass arrangement bila diperlukan.

Untuk rumah sakit, perlu dipastikan desain mengikuti standar dan persyaratan kelistrikan fasilitas kesehatan yang berlaku.

3. Persiapan Material

Material biasanya meliputi:

  • UPS.
  • Battery dan battery cabinet/rack.
  • MCCB/MCB.
  • Panel UPS / bypass panel.
  • Kabel power.
  • Kabel komunikasi/control.
  • Cable tray/conduit.
  • Grounding cable.
  • Lug, gland, terminal.
  • Label dan signage.
  • Accessories instalasi.

Sebelum pemasangan, lakukan material inspection dan cocokkan dengan approved material/submittal.

4. Persiapan Lokasi

  • Sterilisasi area kerja.
  • Koordinasi dengan pihak rumah sakit.
  • Menentukan jadwal pekerjaan.
  • Membuat permit to work.
  • Menentukan metode isolasi sumber listrik.
  • Proteksi area dari debu/kotoran.
  • Memastikan jalur evakuasi dan akses rumah sakit tidak terganggu.
  • Memastikan UPS/battery dapat masuk ke lokasi dengan aman.

Penting: jangan sembarangan mematikan panel rumah sakit. Shutdown harus melalui koordinasi resmi dengan engineering/maintenance rumah sakit.

5. Mobilisasi & Penempatan UPS

  • Mobilisasi UPS dan battery.
  • Pemeriksaan kondisi fisik.
  • Memindahkan UPS ke lokasi.
  • Positioning sesuai layout.
  • Leveling.
  • Anchoring/fixing jika diperlukan.
  • Penempatan battery cabinet/rack.
  • Memastikan clearance maintenance sesuai manual manufacturer.

6. Instalasi Kabel Power

Secara sederhana:

Sumber PLN/Generator → Main/UPS Input Panel → UPS → UPS Output Panel → Critical Load

Kemudian:
Battery → DC Breaker/Fuse → UPS

Pekerjaan meliputi:

  • Instalasi cable tray/conduit.
  • Penarikan kabel.
  • Terminasi kabel.
  • Pemasangan cable lug.
  • Pemasangan cable gland.
  • Labeling.
  • Pengencangan terminal sesuai torque specification.
  • Instalasi grounding.

7. Instalasi Battery

  • Pemeriksaan tegangan masing-masing battery.
  • Pemeriksaan polarity.
  • Pemasangan battery sesuai konfigurasi manufacturer.
  • Interconnection antar battery.
  • Connection battery ke UPS.
  • Pemasangan battery breaker/fuse.
  • Labeling.
  • Pemeriksaan torque terminal.

Jangan melakukan koneksi battery hanya berdasarkan asumsi. Konfigurasi seri/paralel harus mengikuti manual UPS karena salah konfigurasi dapat merusak UPS dan battery serta menimbulkan risiko keselamatan.

8. Instalasi Bypass

Untuk UPS rumah sakit, maintenance bypass sangat penting.

Contoh konsep:

             ┌───────────────┐
UTILITY ────►│   UPS INPUT   │
             └───────┬───────┘
                     │
                     ▼
                 ┌───────┐
BATTERY ────────►│  UPS  │
                 └───┬───┘
                     │
                     ▼
              ┌─────────────┐
              │ OUTPUT PANEL│
              └──────┬──────┘
                     │
                     ▼
               CRITICAL LOAD


UTILITY ─────► MAINTENANCE BYPASS ─────► CRITICAL LOAD

Tujuannya supaya UPS dapat di-maintenance tanpa harus memutus suplai ke beban kritis, jika sistem rumah sakit memang dirancang demikian.

9. Pre-Commissioning Test

Sebelum UPS dinyalakan:

Visual inspection

  • Kondisi UPS.
  • Kabel.
  • Terminal.
  • Panel.
  • Battery.
  • Grounding.
  • Label.
  • Ventilasi.

Electrical test

  • Insulation resistance.
  • Continuity.
  • Grounding.
  • Polarity.
  • Phase sequence.
  • Tegangan input.
  • Tegangan output.
  • Battery voltage.

Kemudian lakukan pengecekan torque pada seluruh terminal power.

10. Commissioning UPS

Dilakukan bersama engineer/vendor/manufacturer:

  1. Energize input UPS.
  2. Cek parameter input.
  3. Aktifkan UPS.
  4. Cek inverter.
  5. Cek rectifier.
  6. Cek battery charging.
  7. Cek output voltage.
  8. Cek frequency.
  9. Cek alarm.
  10. Cek bypass.
  11. Cek communication/interface.
  12. Cek monitoring system jika ada.

11. Functional Test

Lakukan simulasi:

Normal condition

PLN/GENSET
     ↓
    UPS
     ↓
Critical Load

Kemudian:

Utility failure

PLN OFF
   ↓
BATTERY
   ↓
  UPS
   ↓
Critical Load

Pastikan beban kritis tetap mendapatkan supply sesuai desain.

Kemudian lakukan:

  • Simulasi PLN failure.
  • Battery discharge test sesuai prosedur.
  • Return to utility.
  • Bypass test.
  • UPS failure/alarm test.
  • Emergency procedure test.
  • Load test.

Untuk rumah sakit, pengujian sebaiknya dilakukan bertahap dan jangan langsung melakukan simulasi pemadaman pada beban medis kritis tanpa prosedur dan persetujuan rumah sakit.

12. Load Test

UPS diuji dengan beban:

  • 25%
  • 50%
  • 75%
  • 100%

atau sesuai requirement proyek/manufacturer.

Parameter yang dicatat:

  • Input voltage.
  • Output voltage.
  • Frequency.
  • Load percentage.
  • kW.
  • kVA.
  • Power factor.
  • Battery voltage.
  • Battery current.
  • Temperature.
  • Alarm/status UPS.

13. Handover

Setelah commissioning berhasil:

Dokumen handover:

  • As-built drawing.
  • SLD.
  • Test & commissioning report.
  • Battery test report.
  • Insulation test report.
  • Grounding test report.
  • Load test report.
  • Datasheet UPS.
  • Manual operation.
  • Warranty.
  • Certificate.
  • Spare parts list.
  • Preventive maintenance schedule.

Kemudian dilakukan training operator rumah sakit mengenai:

  • Operasional UPS.
  • Monitoring.
  • Alarm.
  • Bypass.
  • Emergency shutdown.
  • Battery.
  • Basic troubleshooting.

Butuh solusi UPS? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan kami.

📩 Hubungi kami untuk survey dan penawaran.

#UPS #UPSIndonesia #UninterruptiblePowerSupply #PowerProtection #PowerSolution #ElectricalEngineering #IndustrialElectrical #DataCenter #Maintenance #UPSService #BatteryUPS #PowerBackup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *